
Mohammed Salah dan Sadio Mane dianggap berperan besar dalam kemajuan sepakbola Afrika saat ini. Disebut pemain Benua Hitam lebih bangga membela tanah kelahirannya.
Salah dan Mane baru saja berhasil memberikan gelar Liga Champions untuk Liverpool. Bahkan mereka nyaris mencatat dobel andaikan tidak kalah dalam perburuan gelar juara Liga Inggris dengan Manchester City yang unggul satu poin.
Tak sampai di situ, Salah, Mane, dan Pierre-Emerick Aubameyang menguasai daftar top skorer Liga Inggris dengan 22 gol. Hal ini tentu sudah membuat Afrika menjadi bangga.
Pasalnya period pemain Afrika sempat meredup usai time Didier Drogba, Yaya Toure, dan Michael Essien yang menguasai persepakbolaan Eropa di time 2000-an. Apalagi faktanya banyak pesepakbola Afrika yang lebih memilih membela negara Eropa seperti Prancis, Belgia, Jerman, dan Inggris karena lebih menjanjikan dari sisi prestasi.
Kini dengan mencuatnya Salah dan Mane bersama Liverpool, pemain Afrika lebih bangga membela negara aslinya.
“Akan lebih mudah dan lebih membanggakan tampil di timnas Eropa ketika Anda bermain bersama klub Eropa. Sebagai pemain kami akan mendapat lebih banyak perhatian ketika tampil di timnas Eropa, dan kesempatan menjuarai Piala Dunia play on words lebih tinggi,” ujar eks bek Arsenal dan Timnas Kamerun, Lauren kepada BWin dilansir Liverpool Echo.
“Standar dan level tim seperti Prancis, Spanyol, dan Belgia jauh lebih tinggi ketimbang tim-tim Afrika. Tapi ada yang berubah dari sisi mentalitas, setelah melihat kesuksesan Salah. Sangat bagus bagi pemain muda melihat nama besar seperti Salah bermain di timnas Afrika dan tetap bisa meraih prestasi,” sambungnya.
“Salah dan Mane mengubah cara berpikir pesepakbola muda Afrika, terutama soal bermain untuk timnas negara asalnya. Ini adalah generasi baru Afrika. Mereka melihat Salah bermain untuk Mesir dan Mane untuk Senegal. Mereka tahu bahwa tidak ada masalah kok bermain untuk timnas dari Afrika,” demikian dia.
Mane Pernah Kabur dari Rumah Demi Sepakbola

Sadio Mane di masa kecil harus bersembunyi dari orang tuannya demi bisa berlatih sepakbola. Mane bahkan sampai harus kabur dari rumah.
Mane mengakhiri musim lalu dengan gemilang bersama Liverpool. Ia berhasil menjadi top skorer Liga Inggris dengan torehan 22 gol.
Selain itu, pria asal Senegal ini juga berhasil membawa The Reds merengkuh gelar Liga Champions. Pria 27 tahun tersebut kini menjelma menjadi salah satu pemain terbaik di benua Afrika.
Perjalanan Mane untuk mencapai itu semua sangat berat. Mane sewaktu kecil tak diizinkan bermain bola oleh orang tuanya, yang lebih ingin sang anak fokus terhadap pendidikan.
“Saya menyiapkan semuanya. Sampai suatu saat saya tahu tidak punya uang sama sekali,” tutur Mana dikutip dari Liverpool Echo.
“Saat matahari terbenam, saya bersembunyi di semak-semak depan rumah saya. Tas olahraga dan barang-barang sudah saya persiapkan sehingga tak membuat kegaduhan saat pergi,” sambungnya.
“Dan keesokan paginya, sekitar jam 6 pagi, saya pergi dengan cuma menyikat gigi tanpa mandi. Saya pergi tanpa memberi tahu siapa play on words, selain sahabat saya.”
“Saya berjalan cukup lama untuk bertemu dengan seorang teman yang meminjamkan saya sejumlah uang sehingga saya bisa naik transport ke Dakar. Di sana, saya disambut oleh keluarga baru. Saya segera mengambil bagian dalam sesi pelatihan di tim yang bagus.”
Tindakan Mane tersebut akhirnya ketahuan oleh orang tuanya. Data keberadaan Mane dibocorkan oleh kawannya, yang mendapat tekanan dari orang tua Mane.
“Tetapi orang tua saya mencari saya ke mana play on words. Mereka yakin bahwa sahabat saya tahu keberadaan saya. Dia (sahabat Mane) coba bertahan, dia tidak mengatakan apa-apa, tapi mereka menekannya, dan akhirnya dia menyerah.
“Orang tua saya kemudian meminta saya untuk pulang. Saya tidak mau karena saya malu untuk pulang, tetapi saya akhirnya setuju dengan syarat bahwa mereka akan membiarkan saya mencoba keberuntungan saya (di sepakbola) begitu tahun ajaran (sekolah) berakhir.”
Perjuangan berat tersebut kini berbuah manis untuk Mane dan keluarga. Setelah sukses di level klub, Mane bertekad melanjutkan kegemilangan dengan membawa Senegal menjuarai Piala Afrika 2019.
SAKSIKAN JUGA VIDEO BERIKUT :